" Tidak seorang pun punya kemampuan untuk melakukan sesuatu hal sempurna, tapi setiap orang diberi banyak kesempatan untuk melakukan hal yang benar" # "Hari kemarin telah menjadi sejarah, Esok adalah suatu misteri, dan hari ini adalah sebuah hadiah" # "jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, dan biarlah Tuhan yang menentukan akhirnya""

Wednesday, 17 August 2011

Manfaat minyak kelapa

Khusus bagi ibu rumah tangga, siapa yang tidak mengenal minyak kelapa? Minyak kelapa sebagai salah satu bahan pokok ini sangat diperlukan untuk kepentingan memasak berbagai makanan sehari-hari. Minyak kelapa dibuat dari bahan dasar buah kelapa yang diawali dengan pemebuatan santan sebagai cairan hasil ekstraksi dari kelapa parut dengan menggunakan air, kemudian diproses dengan pemanasan hingga muncul minyak.

Secara sekilas minyak kelapa yang biasa kita letakkan di dapur, selain untuk kepentingan memasak, ternyata memiliki manfaat dan khasiat untuk pengobatan. Konon sejak dari jaman dahulu minyak kelapa sudah dimanfaatkan untuk minyak rambut yang bisanya digunakan pada anak kecil dan bayi agar pertumbuhan rambut menjadi subur. Ternyata minyak kelapa dapat menghitamkan rambut dan menguatkan akar dengan pemakaian cukup seminggu sekali secara teratur. Benar atau tidaknya, yang pasti hingga jaman sudah modern, penggunaan minyak kelapa untuk rambut masih digunakan hingga saat ini. Tapi selain daripada itu ternyata masih banyak manfaat lain dari minyak kelapa, berikut manfaat dan cara pengobatan dengan menggunakan minyak kelapa:

1. Obat pereda sakit gigi.

Gunakan kapas sebesar lubang pada gigi yang sakit, celupkan pada minyak lalu panaskan kapas tadi di atas api jangan sampai terbakar, lalu masukkan dalam lubang yang ada di gigi kita, biarkan sampai kapas menjadi dingin. Hal ini dapat meredakan sakit gigi karena berlubang.

2. Penurun panas pada bayi dan anak.

Parut 3 buah bawang merah lalu beri perasan jeruk nipis, lalu campur dengan 1 sendok makan minyak kelapa dan auk hingga merata. Oleskan pada kepala bagian ubun-ubun bayi atau anak yang demam.

3. Masuk angin dan pegal-pegal.

Sebagai bahan untuk kerikan (kerokan-bahasa Jawa), minyak dioleskan pada bagian badan di punggung untuk selanjutnya dikerik. Cara pengobatan ini biasanya untuk membantu menyembuhkan masuk angin.

4. Menghilangkan varises pada kaki.

Oleskan minyak pada bagian yang terdapat varises,lalu gosok berulangulang dengan sendok hingga kulit terlihat kemerah-merahan. Lakukanlah setiap pagi dan sore hari sampai varises itu hilang.

5. Obat hidung mampet akibat pilek.

Sebagai pengobatan atradisionil, oleskan minyak pada bagian kanan kiri hidung untuk mengurangi keluhan hidung mampet

6. Obat diare

Sebagai obat luar, rebus selembar daun pepaya dan 1 sendok minyak kelapa, setelah layu tempelkan pada bagian perut dalam keadaan masih hangat.

7. Obat penyakit kulit (panu/kadas/kurap)

Gunakan 1 sendok makan minyak yang diampur dengan 5 lembar daun jinten dan 3 butir bawang putih ditumbuk halus kemudian aduk hingga rata lalu oleskan digosokkan pada kulit yang sakit.

8. Bahan untuk pemijatan tubuh.

Pada anak kecil, campuran minyak kelapa dengan sedikit minyak telon atau minyak kayu putih membantu pemijatan secara refleksi untuk penyembuhan sakit batuk dan pilek.

9. Mengobati bengkak pada kaki

Campurkan minyak kelapa dengan parutan kunyit dan asam jawa lalu oleskan secara merata pada kaki yang bengkak, selain untuk mengobati kaki luka yang bernanah.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi makanan yang diproses dengan menggunakan minyak kelapa antara lain adalah hindari pemakaian minyak goreng yang berulang-ulang karena asam lemak yang terkandung dalam minyak kelapa akan teroksidasi menjadi peroksidan. Sebagian peroksidan ini menghasilkan aroma yang membuat masakan menjadi lezat. Namun produk peroksidan lainnya bersifat radikal bebas yang sangat merugikan kesehatan.

Imunitas dan Virus

Seperti banyak disampaikan: virus itu tidak ada obatnya! 

Secara ringkas ini jelas salah, wong ada yang namanya "obat anti virus" (antiviral therapy) kok!

Tapi, dua-duanya perlu dipahami lebih dalam. Memang, seperti paparan sebelumnya, secara langsung virus itu sendiri tidak bisa di-mati-kan seperti antibiotika mematikan bakteri (ada memang zat yang bisa mematikan virus secara langsung seperti detergen, alkohol, formaline, tapi tentu tidak mungkin meminumnya untuk membunuh virus di dalam tubuh bukan?).

Lantas, antivirus itu untuk apa?

Untuk bisa memasuki suatu sel, perlu "kunci". Agar virus bisa masuk dengan aman, maka dia memiliki "kunci palsu" yang mirip dengan kunci asli. Dengan cara ini tentara penjaga pintu gerbang maupun barisan intelijen tidak mendeteksinya, karena dianggap "teman" sendiri. Melengganglah virus dengan santai masuk pintu di dinding sel.

Begitu masuk pintu ini, sebenarnya kebanyakan virus tetap meninggalkan jejak yang tertangkap radar barisan intelijen. Sebelum masuk sel, umumnya virus harus melepaskan bajunya (dinding/membran/envelope) dulu. Baju lepas inil yang mudah dikenali oleh tentara tubuh. Bahkan ada virus yang "jaket" (envelope) si virus ini sudah bisa menimbulkan reaksi sistem imun (misalnya HBsAg dari Hepatitis-B). Masalahnya, setelah virus terlanjur masuk sel, barisan intelijen dan batalyon pemukul bingung. Kalau akan dihancurkan sel yang ditumpangi itu masih "keluarga" tubuh sendiri.

Satu kelompok obat antivirus berusaha mencari jalan menghambat kerja virus mencari home-base ini, paling banyak dengan teknik "kompetisi" menutup celah di dinding sel yang "kunci palsu"nya sudah dipegang si virus.

Kelompok antivirus lain, berusaha mengganggu kerja virus dalam menumpang dan menguasai home-base-nya. Dalam teknik ini ada risiko memang, meski sudah diminimalkan. Kadang terpaksa sel yang menjadi home-base- ikut rusak dalam usaha menghancurkan virus yang "menyusup" ke dalamnya. Yah daripada terlanjur dikuasai virus, terus jadi home-base serangan, terpaksa mengorbankan satu sel keluarga sendiri ...

Disamping itu, ada kelompok obat antivirus yang berusaha memperingan efek penyerangan virus dengan cara menghambat kerja "peluru dan meriam" (zat-zat tertentu yang dikeluarkan si virus) penyebab sakit pada tubuh manusia.

Sejauh ini, belum ada obat antivirus yang 100% berhasil menahan/menghambat/ menghancurkan virus. TETAPI efeknya tetap signifikan dalam : memperingan efek serangan virus, meminimalkan efek sisa paska serangan dan memperingan kemungkinan penularan terhadap orang lain.

Sebagai contoh : pada Herpes zoster, pemberian Acyclocyr akan efektif bila mulai diberikan sebelum 24 jam pertama. Mengapa? Agar masih ada kesempatan untuk melawan kerja si virus, sehingga sequele (gejala sisa) bisa minimal. Kalau terlambat, virus terlanjur menguasai keadaan, maka dia akan sempat membentuk "tempat persembunyian" di pangkal pembuluh syaraf, kemudian suatu ketika kembali menyerang.


Ternyata, ada juga virus yang makin pinter. Virus hepatitis B atau HIV misalnya, bisa melakukan teknik "doormant". Begitu masuk sel, dia melihat bahwa suasana di luar sel tidak kondusif untuk melakukan serangan.

Menghadapi ini, si virus akan "sembunyi" dengan cukup menumpang saja, yang penting tidak mati, tidak ambisius menguasai sel tempatnya menumpang. Sampai suatu saat nanti, tentara pas lemah - mungkin situasi politik lagi goyah - si virus bangun dari tidurnya dan menyerang manusia. Karena itu, masa inkubasi HIV bisa bertahun-tahun, baru benar-benar menimbulkan masalah.

Bahkan, sekarang mulai banyak virus hepatitis B yang sudah mengalami mutasi. Akibatnya jaket HbsAg yang biasa dikenali tentara tubuh, bisa berubah penampilan sehingga tidak dikenal. Anti-Hbe yang seharusnya terbentuk setelah infeksi, juga bisa terhambat. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah maraknya vaksinasi massal hepatitis B. Bukan vaksinasinya yang salah, tetapi memang itulah cara virus memenuhi prinsip “survival of the fittest”.

Apakah virus itu memang kerjanya hanya bikin susah? Hmm, ternyata Tuhan memang maha bijaksana. Memanfaatkan sifatnya yang "bak James Bond", jenis virus tertentu bisa kita "titipi" zat terapetik, kemudian di-infeksikan agar memasuksi sel-sel tertentu dalam tubuh kita, sehingga zat terapetik itu ikut terbawa kesana.

Pada lapangan Gene-Therapy, si virus ini kita "rekayasa" agar memiliki sifat genetik tertentu, kemudian kita infeksikan, dia memasuki sel-sel dalam tubuh, menguasai sel tersebut, sehingga akhirnya sel tersebut berubah sifat genetiknya sesuai keinginan kita. Tentu saja, untuk ini dipilih virus-virus yang sudah "dijinakkan"