ANTARTIKA
– Sebuah gunung es yang terdapat di Antartika mengeluarkan air berwarna
merah darah. Aliran air yang membentuk air terjun ini, membuat gunung
es tersebut seperti menangis mengeluarkan darah.
Pecahan yang
terdapat di Gunung es Taylor itu menciptakan sebuah celah kecil di
permukaan yang berwarna putih. Tentunya warna merah darah yang
dikeluarkan gunung tersebut bukanlah darah asli.
Warna merah yang mengalir terus merupakan campuran air dengan zat besi yang tersembunyi di bawah permukaan gunung. Air itu sendiri berasal dari sebuah danau kuno yang terletak sekira 762 meter di dalam gunung es. Demikian diberitakan The Sun, Minggu (7/3/2010).
Warna merah yang mengalir terus merupakan campuran air dengan zat besi yang tersembunyi di bawah permukaan gunung. Air itu sendiri berasal dari sebuah danau kuno yang terletak sekira 762 meter di dalam gunung es. Demikian diberitakan The Sun, Minggu (7/3/2010).
Selain
itu, para peneliti menyatakan warna merah juga disebabkan ekosistem
mikroba yang tersimpan di dalam tanah selama 2 juta tahun dan
berevolusi tanpa panas, cahaya, atau pun oksigen. Akhirnya bakteri dari
zat tersebut mendaur ulang asam sulfat sebagai sumber eneri mereka.
No comments:
Post a Comment